Mengenal Apa itu Sistem Zonasi Sekolah di PPDB 2020/2021

Mengenal Apa itu Sistem Zonasi Sekolah di PPDB 2020/2021 – Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menjadi topik hangat. Pasalnya, saat ini terdapat pemberlakuan aturan baru untuk sistem zonasi. Terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara sistem zonasi tahun 2019 dan tahun 2020. PPDB 2020 dengan sistem zonasi perlu dipahami oleh kamu yang berniat mendaftar sekolah tahun ini. Selain perlu mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi, ada pula keuntungan yang akan kamu dapatkan. Jika kamu ingin mendaftar PPDB menggunakan jalur zonasi, artikel berikut akan menjadi referensi.

Jalur sistem zonasi merupakan jalur penerimaan siswa berdasarkan zona tempat tinggal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 memberlakukan jalur penerimaan ini. PPDB tahun 2020 dapat diikuti calon siswa yang akan masuk TK, SD, SMP, serta SMA/SMK. Aturan yang telah ditandatangani Nadiem Makarim, Mendikbud pada tanggal 10 Desember 2019 ini resmi diterapkan.

Penggunaan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru merupakan salah satu jalur untuk bisa diterima di sekolah. Penerapan sistem zonasi sebenarnya menyasar siswa baru agar mendaftar sekolah sesuai tempat tinggal. Aturan sistem zonasi PPDB tercantum pada Permendikbud No. 14 Tahun 2018. Harapannya, sekolah favorit dan non-favorit tidak memiliki gap. Tahun 2020, kuota yang diberikan untuk jalur zonasi PPDB sebanyak 50 persen.

Tujuan Sistem Zonasi Sekolah

Sistem zonasi sekolah pada PPDB 2020 memiliki beragam tujuan, salah satunya menguntungkan para siswa. Tidak jarang siswa yang rumahnya dekat dari sekolah justru mendapatkan sekolah dengan jarak jauh. Beberapa tujuan penerapan sistem zonasi meliputi:

1. Memeratakan Akses Pendidikan

Sistem zonasi akan mengutamakan penerimaan siswa berdasarkan jarak atau radius lokasi rumah siswa dengan sekolah. Apabila jarak rumah siswa dekat dari sekolah, ia berhak memperoleh layanan pendidikan dari sekolah. Siswa memiliki hak untuk bersekolah dengan jarak yang dekat.

2. Mendekatkan Lingkungan Sekolah dengan Lingkungan Keluarga

Secara langsung, siswa akan mendapatkan keuntungan karena sekolah yang dipilih tidak jauh dari tempat tinggal. Orang tua juga lebih mudah dalam memantau perkembangan anak serta kegiatan sekolahnya.

3. Menghapuskan Eksklusivitas dan Diskriminasi

Siswa memiliki hak yang sama untuk masuk ke sekolah negeri, baik yang favorit maupun non-favorit. Dengan adanya sistem zonasi, eksklusivitas sekolah dapat dikurangi, bahkan dihapuskan.

4. Membantu Analisis Perhitungan Kebutuhan Guru dan Distribusinya

Keuntungan sistem zonasi adalah bisa digunakan untuk mengetahui kebutuhan guru. Jika di suatu sekolah sudah menerima banyak siswa namun masih kekurangan pendidik, akan dilakukan pemerataan.

5. Mendorong Kreativitas Guru

Kondisi siswa jalur zonasi yang beragam secara tidak langsung menuntut guru agar semakin kreatif. Selain itu, kondisi kelas yang heterogen pun memunculkan semangat persaingan sehat.

6. Membantu Pemerintah Daerah dalam Memberikan Bantuan

Ketika siswa memilih jalur zonasi, pemerintah akan lebih mudah ketika memberikan bantuan. Bentuk bantuan yang diberikan dapat berupa dana, sarana prasarana, hingga peningkatan kualitas pendidik.

PPDB Itu Apa?

PPDB merupakan singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Kemajuan teknologi dan tingginya minat siswa untuk meneruskan studi disiasati dengan sistem online. Jika dulu siswa harus datang langsung ke sekolah untuk mendaftar dan memantau progress, kini semua dapat diakses dari rumah. PPDB sudah dilakukan secara online sejak beberapa tahun terakhir. Namun, belum semua wilayah menerapkan pendaftaran PPDB berbasis online.

Perbedaan Sistem Zonasi PPDB 2019 dan Sistem Zonasi PPDB 2020


Sistem zonasi yang diberlakukan pada tahun 2020 memiliki sejumlah perbedaan dengan sistem zonasi PPDB 2019. Perbedaan tersebut mencakup jumlah kuota dari jalur zonasi. Pada tahun 2019, kuota siswa untuk jalur zonasi sebesar 80 persen dari 100 persen. Tahun 2020, kuota jalur zonasi berkurang menjadi 50 persen.

Berkurangnya kuota untuk jalur zonasi PPDB 2020 dipengaruhi pemerataan wilayah yang belum bisa mengikuti PPDB online. Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan kebijakan baru. Dampak dari pengurangan kuota untuk sistem zonasi berimbas pada jalur lainnya. Pada tahun 2020, kuota jalur prestasi meningkat dari 15 persen menjadi 30 persen. Orang tua pun dapat mendorong sang anak untuk mendapatkan nilai terbaik agar diterima di sekolah impian.

Jalur-Jalur PPDB

Sebenarnya, masih ada beberapa jalur lain yang dapat ditempuh siswa, seperti:

1. PPDB Jalur Prestasi

Penerimaan siswa baru dari jalur prestasi memiliki kuota 30 persen. Sayangnya, PPDB jalur prestasi belum diperuntukkan bagi calon peserta didik yang akan masuk TK dan SD. Kriteria seleksi PPDB jalur prestasi adalah berdasarkan nilai Ujian Nasional atau nilai ujian sekolah. Penghargaan di bidang akademik dan non-akademik dari berbagai tingkat, serta hasil perlombaan juga diperhitungkan.
Pada PPDB jalur prestasi, semua dokumen pendukung seperti piagam atau bukti prestasi akan dikumpulkan. Jangka waktu penerbitan dokumen paling cepat enam bulan, sedangkan paling lambat tiga tahun sejak pendaftaran PPDB.

2. PPDB Jalur Afirmasi

Persentase siswa yang berpeluang mendaftar PPDB jalur afirmasi sebanyak 15 persen. Pemberlakuan syarat PPDB untuk siswa afirmasi adalah sebagai berikut.

a. PPDB jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari kalangan ekonomi tidak mampi.
b. Menunjukkan bukti berupa surat keikutsertaan dalam program pemerintah terkait penanganan keluarga tidak mampu.
c. Calon siswa memiliki domisili di dalam atau di wilayah zonasi sekolah tujuan.
d. Apabila terbukti melakukan pemalsuan akan diproses secara hukum.

3. PPDB Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua atau Wali

Pada penerimaan siswa baru dari jalur perpindahan, kuota yang diberikan adalah 5 persen. Saat ini, kuota jalur pindahan dibuat lebih ketat. Pemberlakuan kuota ini tercantum pada pasal 19. Terdapat beberapa ketentuan tambahan yang harus dipenuhi oleh siswa apabila ingin mendaftar dengan jalur perpindahan tugas.

a. Siswa perlu menunjukkan dokumen atau bukti bahwa orang tua memang benar-benar dipindahtugaskan. Surat tersebut bisa berasal dari kantor atau lembaga tempat bekerja orang tua.
b. Kuota PPDB jalur perpindahan tugas dapat dimanfaatkan oleh anak guru.
Setelah membaca artikel tentang sistem zonasi sekolah PPDB dan jalur masuk lainnya, segeralah tentukan jalur yang paling cocok. Kamu dapat berkonsultasi terkait jalur yang paling cocok. Jangan lupa untuk memantau perkembangan informasi tanggal PPDB tahun 2020 agar tidak ketinggalan.

Bagi kamu yang tidak mendapatkan lokasi sekolah dekat rumah, jangan khawatir dengan SMP atau SMA yang cukup jauh. Gunakan aplikasi kost Mamikos dengan mendownloadnya secara gratis melalui ponsel android atau ios. Aplikasi Mamikos akan memudahkanmu mencari kost, apartemen, hingga villa sebagai tempat tinggal. Pilih kost untuk mahasiswa murah dengan budget kurang dari 1 juta rupiah per bulan apabila budgetmu pas-pasan. Tanpa perlu datang langsung ke lokasi kost, kamu sudah bisa melakukan booking kost.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X