Teater ASMA

Profil Teater Asma

Hingga 2015, sudah memproduksi 140 pementasan, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta.

TEATER ASMA banyak mementaskan karya N. Riantiarno. Antara lain; Rumah Kertas, Maaf.Maaf.Maaf., J.J, Trilogi OPERA KECOA (Bom Waktu, Opera Kecoa, Opera Julini), Opera Primadona, Sampek Engtay, Semar Gugat, Opera Ular Putih, Republik Bagong, Republik Togog, Republik Petruk, Sie Jin Kwie, Rumah Pasir, Sie Jin Kwie Kena Fitnah, Sie Jin Kwie di Negri Sihir, Demonstran, Republik Cangik, dsb.

Juga menggelar karya dramawan kelas dunia; antara lain William Shakespeare, Georg Buchner, Bertolt Brecht, Moliere, Aristophanes, Arthur Miller, Beaumarchaise, George Orwell, Alfred Jarre, Freidrich Schiller, Friedrich Durrenmatt, dan Evald Flisar.    

N. Riantiarno dan TEATER ASMA tetap yakin, teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur, bercermin lewat teater, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan  budi-nurani.

TEATER ASMA, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan. (LK)
 

X